Rabu, 27 Februari 2013

Komponis dan Ahli Musik Indonesia


  1.   WR. Supratman
Wage Rudolf Supratman lahir di Purworejo, Jawa Tengah tahun1903. Di samping sebagai komponis dia juga seorang wartawan. Pada tahun 1928, menciptakan lagu ”Indonesia Raya”. Lagu itu pertama dinyanyikan pada Kongres Pemuda bulan Oktober 1928 di Jakarta.Lagu Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu Kebangsaan Indonesia, maka pada upacara Proklamasi 17 Agustus 1945, Lagu “Indonesia Raya” berkumandang membahana di segala penjuru Nusantara. Selain itu, dia juga menciptakan lagu “Ibu Kita Kartini”.

  2.       Ismail Marzuki
Ismail Marzuki lahir di Jakarta tahun 1914. Ketika usia 17 tahun ia sudah mulai menciptakan lagu. Hingga tutup usia ia telah menghasilkan lebih dari 200 lagu. Lagu-lagunya yang terkenal Halo-Halo Bandung (1945), Rayuan Pulau Kelapa (1944), Kalau Anggrek Berbunga, dan Jauh di Mata di Hati Jangan. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya di Jakarta berdiri Taman Ismail Marzuki (TIM)>

  3.       Cornel Simanjuntak
Cornel Simanjuntak lahir di kota Pematang Siantar, Sumatera Utara tahun 1921. Komponis produktif ini sebelumnya besekolah music di Muntilan, Jawa Tengah tahun 1937. Lagunya yang terkenal Maju Tak Gentar (1945), Citra, Kupinta Lagi, Mekar Melati, Mari berdendang, dan O Angin. C. Simanjuntak meninggal than 1946 di Yogyakarta.

  4.       Kusbini
Kusbini lahir di Mojokerto, Jawa Timur tahun 1906. Dia seorang komponis yang komplit. SEgala bentuk music dia bisa. Dari klasik, keroncong, sampai lagu anak-anak. Lagunya yang terkenal Padamu Negri (1942), Bersatu Padu. Kusbini meninggal dunia pada tahun 1991. Dia telah berhasil mendirikan sekolah music di Yogyakarta.

  5.       K. Suryono
Lebih akrab dipanggil Pak Kasur. Bagi pemirsa TVRI tentu sudah tidak asing lagi. Pak Kasur secararutin mengisi acara anak-anak di TVRI. Agu-lagu ciptaannya, Naik Delman, Bangun Pagi, Balonku Ada Lima, Cicak di Dinding, Amrin Membolos.

  6.       Gesang Martohartono
Komponis music keroncong ini lahir di Solo, 1 Oktober 1917. Bakat seninya mulai tamak ketika ia ikut group music “Marko” (1935). Lagu pertama ciptaannya, Si Piatu (1938) kemudian Roda Dunia (1939). Lagu yang terkenal Bengawan Solo (1940), Sapu Tangan (1941), Tirtonadi (1942), jembatan Merah (1943).
  7.       Ibu Sud (1905-1995)
Nama aslinya Saridjah Niung Bintang. Setelah menikah dengan Bapak Soedibyo lebih akrab dipanggil Ibu Soed, lagu-lagunya lebih banyak lagu anak-anak. Lagu ciptaannya Hai Becak, Kupu-Kupu, Tik-Tik-Tik Bunyi Hujan, Menanam Jagung, Naik Kereta Api, BIla Sekolah Usai, Bung Polisi.
  8.       Mochtar Embut (1934-1973)
Komponis yang kreatif dan produktif. Sepanjang hayatnya ia menggubah tidak kurang dari 100 lagu, baik pop, seriosa, maupun keroncong. Ia juga mengaransir lagu-lagu untu orkes besar. Mochtar Embut dilahirkan dari seorang ayah asal Medan dan ibu asal Ngawi, Jawa Timur. Ketika usianya 3 tahun, MOchtar sudah mengenal pendidikan music yang dikenalnya dari orang tuanya. Pada usia 12 tahun, dia sudah menjadi anggota orkes Kesehjateraan Angkatan Darat Territorium VII sebagai pianis. Setamat SMA ujungpandang, dia pindah ke Jakarta dan bekerja pada RRI sebagi penggubah lagu. Diantara lagu-lagu gubahannya adalah Di Wajahmu Kulihat Bulan, Di Sudut Bibirmu, Mars Pemilihan Umum, Mars Keluarga Berencana, Swa Bhuwana Paksa. Tahun 1971, ia pergi ke Tokyo untuk mengikuti festival lagu pop sedunia, lagunya ketika itu, With the Deepest Love From Jakarta, dibawakan oleh biduan wanita Elly Srie Kudus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar